LANDASAN EKONOMI PENDIDIKAN

Pendahuluan.
Pada zaman globalisasi sekarang ini, sebagian besar manusia cenderung mengutamakan kesejahteraan materi (jasmaniah) dibandingkan kesejahteraan rohani (spiritual). Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan budaya terutama dalam bidang teknologi, kesenian , dan pariwisata. Berbagai produk-produk baru di tawarkan membuat orang berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Apalagi kebutuhan dasar manusia yang membutuhkan ekonomi sehingga pembahasan tentang ekonomi tidak hanya untuk orang-orang kaya, melainkan semua orang juga termasuk dunia pendidikan.

Peran Ekonomi dalam kehidupan
Secara Makro
Alasan pemerintah Indonesia menetapkan pembangunan dibidang ekonomi pada pembangunan jangka panjang tahun pertama dan kedua adalah karena :
1. Ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia
2. Agar tidak kalah bersaing dalam era globalisasi saat ini.
Akibatnya:
1. Muncul berbagai usaha baru, pabrik-pabrik baru, badan-badan perdagangan baru, dan badan-badan jasa yang baru.
2. Jumlah konglomerat bertambah banyak
3. Pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi, dan penghasilan negara bertambah.
Dibidang Pendidikan berakibat :
1. Banyak orang kaya secara sukarela mau menjadi bapak angkat agar anak-anak tidak mampu bisa bersekolah.
2. Terlaksananya sistem ganda dalam pendidikan yaitu kerja sama antara sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar-mengajar para siswa, dalam rangka mengembangkan keterampilan siswa.
3. Munculnya sejumlah sekolah unggul yang didirikan oleh orang-orang kaya atau konglomerat atau kumpulan dari mereka yang bertebaran di seluruh Indonesia. Sekolah ini lebih unggul dalam prasarana dan sarana pendidikan, dan juga dalam menggaji pendidik-pendidiknya.
Arah sekolah-sekolah unggul seperti di luar negeri menurut Buchori ( 1996 ) adalah :
1. Untuk membuat para siswa mecintai prestasi tinggi.
2. Mau dan bisa bekerja secara sempurna.
3. Memiliki etos kerja dan membenci kerja setengah-setengah.
4. Keseimbangan pengembangan jasmani dan rohani, keseimbangan penguasaan pengetahuan masa sekarang dengan masa lampau.

Secara Mikro
1. Ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang walaupun orang itu sudah menyadari bahwa kehidupan yang gemerlapan tidak menjamin memberi kebahagiaan.
2. Tingkat kehidupan sekolah atau perguruan tinggi sangat di tentukan oleh kondisi ekonominya masing-masing. Sekolah atau perguruan tinggi yang kaya akan bisa leluasa bergerak menggaji guru atau dosen, membeli perlengkapan besar dan sebagainya. Namun sebaiknya untuk sekolah yang miskin akan sulit bergerak.
3. Persekolahan di Indonesia sebagian besar masih lemah ekonominya, walaupun sudah punya gedung, tapi perlengkapan belajarnya masih minim, kesejahteraan guru belum memadai, sementara itu orang-orang kaya lebih memilih mendirikan sekolah sendiri (sekolah unggulan) dari pada memberikan uang kepada semua sekolah yang ada dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Fungsi produksi dalam pendidikan
1. Fungsi Produksi Administrator
Inputnya adalah segala sesuatu yang pendidikan yaitu: menjadi wahana dan proses
a. Prasarana dan sarana belajar, termasuk ruangan kelas.
b. Perlengkapan belajar, media dan alat peraga.
c. Buku-buku dan bentuk material lainnya, seperti disket.
d. Barang-barang habis pakai, seperti kertas dan alat tulis.
e. Waktu guru dan personalia bekerja.
Outputnya adalah berbagai bentuk layanan dalam memproses peserta didik.
2. Fungsi Produksi Psikologi
Inputnya sama dengan input pada fungsi produksi administrator.
Outputnya adalah semua hasil belajar siswa yang mencakup :
a. Peningkatan kepribadian.
b. Pengarahan dan pembentukan sikap.
c. Penguatan kemauan.
d. Peningkatan estetika.
e. Penambahan pengetahuan, ilmu, dan teknologi.
f. Penajaman pikiran.
g. Peningkatan keterampilan.

3. Fungsi Produksi Ekonomi.
Inputnya adalah :
a. Semua biaya pendidikan .
b. Semua uang yang dikeluarkan secar a pribadi untuk keperluan pendidikan.
c. Uang yang mungkin diperoleh lewat bekerja selama belajar atau kuliah.
Outputnya adalah tambahan penghasilan peserta didik kalau sudah tamat dan bekerja, jika orang ini sudah bekerja sebelum belajar atau kuliah. Dan jika belum pernah bekerja maka outputnya adalah gaji yang diterima setelah tamat atau bekerja.
Fungsi produksi ekonomi ini betalian erat dengan marketing didunia pendidikan. Marketing adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan untuk memberikan perubahan nilai dengan tar get pasar sebagai tujuan lembaga pendidikan (Kotler, 1985). Marketing mencakup :
1. Mendesain penawaran.
2. Menentukan kebutuhan atau keinginan pasar dalam hal ini calon peserta didik.
3. Menentukan harga efektif, mengadakan komunikasi, distribusi, dan meningkatan motivasi serta layanan.
Keuntungan Marketing :
1. Misi pendidikan terselenggara lebih sukses.
2. Meningkatkan kepuasan masyarakat.
3. Meningkatan daya tarik terhadap petugas, peserta didik, dana dan sebagainya.
4. Meningkatkan efisiensi kegiatan pemasaran.
Kelemahan Marketing :
1. Cendrung lembaga pendidikan menjadi usaha dagang untuk mendapatkan keuntungan uang.
2. Idialisme pendidikan cendrung diabaikan.

Ekonomi Pendidikan
Peranan ekonomi dalam dunia pendidikan cukup menentukan tetapi bukan pemegang peranan utama. Dunia pendidikan adalah lembaga yang berkewajiban mengembangkan individu manusia, sudah tentu pendidikan itu tidak akan membawa peserta didik kearah hidup yang membingungkan, menyusahkan, dan sengsara walaupun bisa mencari uang banyak. Artinya dunia pendidikan bukan dunia bisnis tempat berlatih mencari uang, melinkan dunia pembinaan tempat peserta didik belajar agar bisa hidup wajar dan damai. Ada hal lain yang lebih menentukan hidup matinya dan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan dibandingkan dengan ekonomi dedikasi, keahlian dan keterampilan pengelolah dan guru-gurunya.
Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan ialah untuk menunjang kelancaran proses pendidikan dan juga berfungsi sebagai materi pelajaran dalam masalah ekonomi pada kehidupan manusia. Kegunaan ekonomi dalam pendidikan terbatas pada :
1. Untuk membeli keperluan pendidikan yang tidak dapat dibuat sendiri atau bersama siswa.
2. Membiayai segala perlengkapan gedung.
3. Membayar jasa semua kegiatan pendidikan.
4. Untuk mengembangkan individu yang berprilaku ekonomi.
5. Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanan para personalia pendidikan.
6. Meninkatkan motivasi kerja.
7. Membuat para personalia pendidikan lebih ber gairah bekerja.

Sumber-sumber dana :
1. Dari pemerintah dalam bentuk proyek pembangunan, pertandingan karya ilmiah dan sebagainya.
2. Dari kerjasama dengan instansi lain baik pemerintah swasta maupun dunia usaha.
3. Membentuk pajak pendidikan.
4. Usaha-usaha lain misalnya mengadakan pentas seni keliling, mengaktifkan komite sekolah dan sebagainya.

Menurut jenisnya biaya pendidikan terdiri dari :
1. Dana Rutin, adalah dana yang dipakai membiayai kegiatan rutin seperti gaji. Dan dipertanggungjawabkan dengan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) yang disertai dengan bukti-bukti pembayaran yang sah.
2. Dana Pembangunan, adalah dana yang dipakai membiayai pembangunan-pembangunan dalam berbagai bidang juga dipertanggungjawabkan dengan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) yang disertai dengan bukti-bukti pembayaran yang sah.
3. Dana Bantuan Masyarakat, adalah dana yang digunakan untuk membiayai hal-hal yang belum dibiayai oleh dana rutin dan dana pembangunan. Dan dipertanggungjawabkan dalam laporan yang disertai bukti-bukti pembayaran yang sah pada wakil-wakil masyarakat.

Tiga macam perencanaan biaya pendidikan adalah :
1. Perencanaan secara tradisional.
2. SP4 (Sistem Perencanaan Penyususnan Program dan Penganggaran). Alokasi dana diatur atas dasar realita.
3. ZBB (Zero Base Badgeting) hanya direncanakan satu tahun anggaran dan tiap-tiap kegiatan ditentukan biaya minimumnya.

Efisiensi dan efektivitas dana pendidikan
Yang dimaksud dengan efisiensi dalam menggunakan dana pendidikan adalah dana yang harganya sesuai atau lebih kecil dari pada produksi dan layanan pendidikan yang telah direncanakan. Sedangkan yang dimaksud dengan penggunaan dana pendidikan secara efektif adalah bila dengan dana tersenut pendidikan yang telah direncakan bisa dicapai dengan relatif sepurna.
Pemerintah memandang perlu meningkatkan efisiensi pendidikan karena :
1. Dana pendidikan sangat terbatas.
2. Departemen pendidikan seringkali mengalami kebocoran dana.
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan tingkat efisiensi pendidikan adalah :
1. Penggunaan Uang.
2. Proses Kegiatan.
3. Hasil Kegiatan
Efektivitas pendanaan juga untuk memilih alternatif pemrosesan yang terbaik :
1. Untuk alternatif-alternatif yang belum diuji coba, atau dengan asumsi sama-sama efektif, maka alternatif yang dipilih adalah yang memakai biaya yang paling kecil.
2. Untuk alternatif-alternatif yang sudah diuji coba, sehingga diketahui efektivitasnya masing-masing maka alternatif yang dipilih adalah yang memiliki angka hasil bagi biaya oleh efektivitasnya paling kecil.

Kepustakaan :
Made, Pidarta, Prof. Dr. 2007. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia, Rineka Cipta : Jakarta.

About these ads