Dalam pengujian ANAVA, kita dapat menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak hipotesis. Jika kita menolak hipotesis, artinya bahwa dari variabel-variabel yang kita uji, terdapat perbedaan yang signifikan. Misalnya jika kita menguji perbedaan 4 metode mengajar terhadap prestasi siswa, kita bisa menyimpulkan bahwa ada perbedaan dari keempat metode tersebut. Akan tetapi, kita tidak mengetahui, metode manakah yang berbeda dari keempatnya. Secara statistik, kita tidak bisa mengatakan bahwa yang terbaik hanya dengan memperhatikan rata-rata dari setiap metode tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan metode manakah yang berbeda, maka statistika memiliki teknik uji lanjut untuk mengetahui, variabel manakah yang memiliki perbedaan yang signifikan. Ada banyak metode yang ada. Di SPSS ada banyak teknik uji lanjut. Di antaranya jika asumsi homogenitas varian terpenuhi, maka teknik yang bisa dipergunakan adalah: LSD (Least Square Differences), Tukey, Bonferoni, Duncan, Scheffe dan lain sebagainya. Dan jika tidak ada asumsi homogenitas varian, maka teknik yang bisa dipergunakan adalah tamhane T2, dunnett’s T3, games-howell dan dunnett’s C.
Jika jumlah n setiap variabel sama, maka teknik yang bisa digunakan adalah LSD, Student Newman-Keuls (SNK) dan Tukey. Akan tetapi jika jumlah n tiap variabel tidak sama, maka kita bisa menggunakan teknik Scheffe.

Uji Tukey
Syarat
Ukuran kelompok semuanya harus sama (atau direratakan secara rerata harmonik)
Jenis Pengujian
Ada dua jenis pengujian, melalui Jumlah pada kelompok, T dan Rerata pada kelompok, X

Notasi yang digunakan
k : banyaknya kelompok
n : ukuran kelompok
n = n – k
Ti, Tj : jumlah pada kelompok
Xi, Xj : rerata pada kelompok
a : taraf signifikansi
q(a)(k,n) : pada tabel Tukey
Kriteria pengujian
Jenis jumlah pada kelompok

Berbeda jika |Ti – Tj| ³ BT
Jenis rerata kelompok

Berbeda jika |Xi – Xj| ³ BR

Contoh:
Sejenis bibit tanaman secara acak dibagi ke dalam 5 kelompok. Mereka diberi jumlah pupuk yang berbeda. X1 tanpa pupuk, X2 sedikit, X3 sedang, X4 agak cukup, dan X5 cukup. Kesuburan pertumbuhan mereka diuji dengan taraf signifikansi 0,05. Kesuburan pertumbuhan pada sampel adalah
X1 X2 X3 X4 X5
10 11 16 23 26
9 9 16 21 24
9 7 14 20 22
6 7 13 20 20
6 7 12 17 20
Komparasi ganda Tukey diterapkan pada soal di atas dengan taraf signifikansi 0,05. Dengan menggunakan perhitungan anova didapat:

VARD = 4,28 n = 25 k = 5
T1 = 40 X1 = 40 / 5 = 8,0
T2 = 41 X2 = 41 / 5 = 8,2
T3 = 71 X3 = 71 / 5 = 14,2
T4 = 101 X4 = 101 / 5 = 20,2
T5 = 112 X5 = 112 / 5 = 22,4 a = 0,05
Pengujian dilakukan terhadap selisih pasangan rerata
m1 – m2 m2 – m3 m3 – m4 m4 – m5
m1 – m3 m2 – m4 m3 – m5
m1 – m4 m2 – m5
m1 – m5
Kriteria pengujian
Dari tabel Tukey q(0,05)(5,20) = 4,23 sehingga

Pengujian melalui jumlah pada kelompok
Kriteria 43,75
(a) |T1 – T2| = 1 Tidak signifikan
(b) |T1 – T3| = 31 Tidak signifikan
(c) |T1 – T4| = 71 Signifikan
(d) |T1 – T5| = 72 Signifikan
(e) |T2 – T3| = 30 Tidak signifikan
(f) |T2 – T4| = 60 Signifikan
(g) |T2 – T5| = 71 Signifikan
(h) |T3 – T4| = 30 Tidak signifikan
(i) |T3 – T5| = 41 Tidak signifikan
(j) |T4 – T5| = 11 Tidak signifikan

Pengujian melalui rerata pada kelompok
Kriteria 1,75
(a) |X1 – X2| = 0,2 Tidak signifikan
(b) |X1 – X3| = 6,2 Signifikan
(c) |X1 – X4| = 12,2 Signifikan
(d) |X1 – X5| = 14,4 Signifikan
(e) |X2 – X3| = 6,0 Signifikan
(f) |X2 – X4| = 12,0 Signifikan
(g) |X2 – X5| = 14,2 Signifikan
(h) |X3 – X4| = 6,0 Signifikan
(i) |X3 – X5| = 8,2 Signifikan
(j) |X4 – X5| = 2,2 Signifikan

Uji Sceffe
Uji Scheffe dilakukan melalui distribusi probabilitas pensampelan F-Fisher Snedecor
Statistik uji

natas = k – 1
nbawah = n – k
k = banyaknya kelompok
ni, nj = ukuran kelompok
n = jumlah semua ukuran kelompok
X ̅_i,X ̅_j = rerata kelompok pada sampel
Keputusan
Pada taraf signifikansi a, rerata kelompok berbeda jika F > F(a)(k-1)(n-k)
Contoh:
Sejenis bibit tanaman secara acak dibagi ke dalam 5 kelompok. Mereka diberi jumlah pupuk yang berbeda. X1 tanpa pupuk, X2 sedikit, X3 sedang, X4 agak cukup, dan X5 cukup. Kesuburan pertumbuhan mereka diuji dengan taraf signifikansi 0,05. Kesuburan pertumbuhan pada sampel adalah
X1 X2 X3 X4 X5
10 11 16 23 26
9 9 16 21 24
9 7 14 20 22
6 7 13 20 20
6 7 12 17 20
Komparasi ganda Scheffe diterapkan pada contoh di atas dengan taraf signifikansi 0,05
VARD = 4,28 n =25 k = 5
X1 = 40 / 5 = 8,0
X2 = 41 / 5 = 8,2
X3 = 71 / 5 = 14,2
X4 = 101 / 5 = 20,2
X5 = 112 / 5 = 22,4 a = 0,05
Pengujian dilakukan terhadap selisih pasangan rerata
m1 – m2 m2 – m3 m3 – m4 m4 – m5
m1 – m3 m2 – m4 m3 – m5
m1 – m4 m2 – m5
m1 – m5
Statistik uji
Karena n1 = n2 = n3 = n4 = n5 = 5, maka untuk semua pasang selisih rerata, terdapat kesamaan pada

Kriteria pengujian
Nilai kritis F(0,95)(4)(20) = 2,87
Pengujian
(a) m1 – m2
X1 – X2 = 8,0 – 8,2 = – 0,2
F = (0,04) / (6,85) = 0,006
Tidak signifikan
(b) m1 – m3
X1 – X3 = 8,0 – 14,2 = – 6,2
F= (38,44) / (6,85) = 5,61
Signifikan
(c) m1 – m4
X1 – X4 = 8,0 – 20,2 = – 12,2
F = (148,84) / (6,85) = 21,73
Signifikan
(d) m1 – m5
X1 – X5 = 8,0 – 22,4 = – 14,4
F = (207,36) / (6,85) = 30,27
Signifikan
(e) m2 – m3
X2 – X3 = 8,2 – 14,2 = – 6,0
F = (36,00) / (6,85) = 5,26
Signifikan
(f) m2 – m4
X2 – X4 = 8,2 – 20,2 = – 12,0
F = (144,00) / (6,85) = 21,02
Signifikan
(g) m2 – m5
X2 – X5 = 8,2 – 22,4 = – 14,2
F = (201,64) / (6,85) = 29,44
Signifikan
(h) m3 – m4
X3 – X4 = 14,2 – 20,2 = – 6,0
F = (36,00) / (6,85) = 5,26
Signifikan
(i) m3 – m5
X3 – X5 = 14,2 – 22,4 = – 8,2
F = (67,24) / (6,85) = 9,82
Signifikan
(j) m4 – m5
X4 – X5 = 20,2 – 22,4 = – 2,2
F= (4,84) / (6,85) = 0,71
Tidak signifikan